My Data

Jumat, 07 Oktober 2011

Kemuliaan Isnen

Abdul Mutthalib bercerita kepada puteranya Abbas ra:
Aku berangkat ke Yaman pada masa musim hujan (Rihlatus Syita’ ). Di sana aku bertamu kepada salah seorang Rahib Yahudi. Rahib itu bertanya: “Dari mana asal usul anda?” Aku menjawab: “Dari Quresy, tepatnya Bani Hasyim“ Rahib itu berkata: “Bolehkah aku memeriksa bagian tubuhmu?” Aku menjawab: “ Silahkan, asalkan bukan aurat!“ Abdul Mutthalib melanjutkan: Rahib itu kemudian membuka dan mengamati kedua lubang hidungku dan mengatakan: “Au bersaksi bahwa pada salah satu tanganmu ada kekuasaan, dan satunya lagi ada Nubuwwah dan kami menemukan hal tersebut ada di Bani Zahrah. Apakah kamu memiliki isteri dari mereka “ Aku menjawab: “Hari ini belum“ Rahib berkata: “Jika pulang maka menikahlah dengan wanita dari mereka !” Sesampai di Makkah, Abdul Mutthalib kemudian menikahi Halah binti Uhaib bin Abdu Manaf dan sekaligus menikahkan puteranya Abdullah dengan Aminah binti Wahb
Abdullah lalu menggauli isterinya di Syi’ib Abu Thalib pada hari Senin saat hari-hari Mina.
Riwayat sejarah ini semakin menambah perbendaharaan kemuliaan hari Senin.
Ibnu Abbas ra berkata: {Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin, diangkat menjadi Nabi pada hari Senin, pergi berhijrah ke Madinah pada hari Senin, memasuki Madinah pada hari Senin, mengangkat al Hajar al Aswad pada hari Senin, menaklukkan Makkah pada hari Senin dan surat al Maidah turun pada hari Senin. Abu Qotadah meriwayat bahwa ketika ditanya tentang hari Senin, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ
“ Itulah hari aku dilahirkan “ ( HR Ahmad Muslim Abu Dawud )
Sebelum menikah dengan Aminah binti Wahb, Abdullah terkenal sebagai seorang pemuda yang sangat tampan di kalangan Quresy. Banyak wanita yang tergila – gila ingin menjadi isterinya. Suatu hari, melihat Abdullah lewat, salah seorang dari wanita yang sedang berkumpul berkata kepada teman -  temanya: “ Manakah di antara kalian yang menikah dengan pemuda ini dan dia akan membawa cahaya yang berada di antara kedua matanya. “ Bahkan seorang wanita Yahudi yang telah banyak membaca kitab – kitab terdahulu yang bernama Fathimah sempat berkata kepada Abdullah sepulang dari penyembelihan seratus unta sebagai tebusan dirinya: “ Anda bisa kembali mendapat ganti seratus unta yang telah disembelih asal anda mau menggauli diriku !” hal ini karena Fathimah menyaksikan cahaya  Nubuwwah di wajah Abdullah dan ia berharap mengandung Nabi shallallahu alaihi wasallam. Tawaran  ini dijawab oleh Abdullah:
أَمَّا الْحَرَامُ فَالْمَمَاتُ دُوْنَه           وَالْحِلُّ لاَ حِلَّ فَأَسْتَبِيْـنَهُ
فَكَيْفَ بِاْلأَمْرِ الَّذِي تَبْغِيْنَهُ          يَحْمِي الْكَرِيْمُ عِرْضَهُ وَدِيْنَهُ
Adapun tanah Haram maka kematian berada di bawah naungannya
Halal , tidak ada halal sebelum aku mendapat kejelasan tentangnya
Maka dengan hal yang kamu pinta?
Orang mulia tentu menjaga kehormatan dan agamanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar